LONGSOR DI ACEH BESAR (bagian 2)


Mekanisme longsor yang terjadi
karena adanya peningkatan kandungan air pada lapisan tanah yang di sebabkan oleh Intensitas hujan yang begitu deras melanda daerah tersebut sehingga lapisan yang terdapat di badan jalan mengalami pelapukan dan bertambahnya bobot masa tanah serta meningkatnya tekanan pori sehingga tahanan geser menjadi berkurang. Kemiringan lereng yang terjal semakin memperkuat untuk terjadinya keruntuhan.Material longsoran bergerak mengikuti lembahdan menggerus tebing lembah yang dilaluinyasehingga semakin meningkatkan volumematerial rombakan yang dibawa. Banyaknya volume material rombakan yang kemudian tercampur dengan air hujan yang melanda daerah tersebut sehingga mengakibatkan viskositas semakin meningkatsehingga aliran bahan rombakan inimenjangkau areal yang cukup jauh dan merusak serta menimbun sarana dan prasarana yangdilaluinya serta banyaknya pohon kayu dan tiang listrik yang tumbang di badan jalan sehingga akses transportasi banda aceh – aceh jaya terputus.

Dampak gerakan tanah:
1.      Arus lalu lintas dari arah Banda Aceh - Aceh Jaya terputus;
2.      5 (lima) rumah tertimbun material longsoran;
3.      2 (dua) mini bus tertimpa material longsoran;
4.      Sejumlah pohon dan tiang listrik tumbang.

Kondisi daerah bencana:
Berdasarkan Peta Rupabumi Indonesia lembar Indrapuri, morfologi sekitar lokasi bencana merupakan perbukitan dengan kemiringan agak terjal sampai terjal. Daerah bencana memiliki ketinggian lebih dari 1000 meter di atas muka air laut.

Berdasarkan Peta Geologi lembar Banda Aceh, Sumatera (J.D. Bennet, dkk., 1981), batuan pada daerah bencana tersusun oleh granodiorit dan diorit tambahan (Tmig).
Berdasarkan Peta Prakiraan Wilayah Potensi Terjadi Gerakan Tanah pada Bulan November 2014 di Provinsi Aceh (Badan Geolgi, PVMBG), daerah bencana termasuk zona potensi gerakan tanah Menengah - Tinggi artinya Daerah yang mempunyai potensi Menengah - Tinggi untuk terjadinya Gerakan Tanah.

Pada Zona ini dapat terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal, terutama daerah yang berbatasan dengan lembah sugai, gawir, tebing jalan atau jika lereng mengalami gangguan dan gerakan gerakan tanah lama dapat aktif kembali.

Faktor penyebab terjadinya gerakan tanah diperkirakan:
1.      Curah hujan yang tinggi sebelum terjadi gerakan tanah;
2.      Kemiringan lereng yang terjal;
3.      Batuan penyusun yang bersifat sarang, mudah meloloskan air dan luruh jika terkena air.

Mitigasi
Untuk mengantisipasi longsor atau gerakan tanah susulan, maka
direkomendasikan sebagai berikut:
1.      Masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi bencana diharapkan lebih waspada dan tidak beraktivitas dahulu di sekitar lokasi bencana, terlebih apabila terjadi hujan lebat dan berlagsung lama, karena diperkirakan masih berpotensi terjadi gerakan tanah susulan;
2.      segera mebersihkan longsoran yang menutupi badan
3.      Pemasangan rambu-rambu rawan longsor pada daerah yang rawan longsor, agar pengguna jalan waspada bila melalui jalan ini terutama pada saat musim hujan;
4.      Selalu mengikuti arahan pemerintah setempat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Apa sih Peran Geofisikawan bagi dunia MIGAS????

Ilmu Geofisika berperan dalam membantu eksplorasi sumber daya alam seperti minyak dan gas bumi. Termasuk bahan tambang yang berada...